Inilah Penyebab Usus Buntu Dan Cara Mengobati Dirumah

Inilah Penyebab Usus Buntu Dan Cara Mengobati Dirumah

Inilah Penyebab Usus Buntu Dan Cara Mengobati Dirumah – Penyakit usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu atau apendiks. Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Saat menderita radang usus buntu, penderita dapat merasa nyeri di perut kanan bagian bawah. Jika dibiarkan, infeksi dapat menjadi serius dan menyebabkan usus buntuh pecah, sehingga menimbukan keluhan rasa nyeri hebat hingga membahayakan nyawa penderitanya.

 Baca Juga : Ini Dia Penyebab, Gejala Dan Cara Mengobati Biduran

Gejala Penyakit Usus Buntu

Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah nyeri pada perut. Nyeri ini disebut kolik abdomen. Rasa nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, lalu bergerak ke bagian kanan bawah perut. Namun, posisi nyeri dapat berbeda-beda, tergantung usia dan posisi dari usus buntu itu sendiri. Dalam waktu beberapa jam, rasa nyeri dapat bertambah parah, terutama saat kita bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin. Selain itu, rasa nyeri ini juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat  penderita sedang tidur. Bila radang usus buntu terjadi saat hamil, rasa nyeri bisa muncul pada perut bagian atas, karena posisi usus buntu menjadi lebih tinggi saat hamil.

Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut kembung
  • Tidak bisa buang gas (kentut)
  • Mual
  • Konstipasi atau diare
  • Demam
  • Konsultasikan kepada dokter apabila mengalami nyeri perut yang perlahan-lahan makin parah dan meluas ke seluruh daerah perut. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda usus buntu telah pecah, dan mengakibatkan infeksi rongga perut atau peritonitis .

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Penyakit usus buntu terjadi karena rongga usus buntu mengalami infeksi. Dalam kondisi ini, bakteri berkembang biak dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, hingga bernanah. Banyak faktor yang diduga membuat seseorang mengalami radang usus buntu, di antaranya:

  • Hambatan pada pintu rongga usus buntu
  • Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya
  • Tinja atau pertumbuhan parasit yang menyumbat rongga usus buntu
  • Cedera pada perut.
  • Kondisi medis, seperti tumor pada perut atau inflammatory bowel disease.
  • Kendati demikian, penyebab penyakit usus buntu tetap belum dapat dipastikan.

Diagnosis Penyakit Usus Buntu

Inilah Penyebab Usus Buntu – Diagnosis penyakit usus buntu dimulai setelah dokter menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menilai rasa nyeri, dan dilakukan dengan menekan area yang terasa nyeri. Radang usus buntu ditandai oleh rasa nyeri yang semakin parah setelah tekanan tersebut dilepas dengan cepat. Guna memastikan diagnosis, dokter perlu melakukan sejumlah tes.

Tes yang dilakukan berupa:

  • Tes darah, guna memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksi.
  • Tes urine, untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau batu ginjal.
  • CT scan atau USG, untuk memastikan rasa nyeri pada perut disebabkan penyakit usus buntu.
  • Pemeriksaan panggul, untuk memastikan rasa nyeri bukan disebabkan masalah reproduksi atau infeksi panggul lainnya.
  • Tes kehamilan, guna memastikan rasa nyeri tersebut bukan disebabkan kehamilan ektopik.
  • Foto Rontgen dada, untuk memastikan rasa nyeri bukan disebabkan pneumonia sebelah kanan, yang gejalanya mirip radang usus buntu.

Faktor risiko usus buntu

1. Keturunan

Inilah Penyebab Usus Buntu – Selain karena penyumbatan oleh feses maupun benda asing, faktor genetik ternyata turut ikut ambil bagian dalam kemunculan usus buntu akut. Sebanyak 56 persen penyebab kondisi merujuk pada faktor genetik. Risiko bisa terjadi pada anak yang setidaknya terikat darah dengan satu anggota keluarga inti yang punya riwayat usus buntu (aktif atau sudah pernah diobati), meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga bebas usus buntu. Penyebab usus buntu akut diturunkan oleh keluarga dilaporkan terkait dengan sistem HLA (antigen leukosit manusia) dan golongan darah. Mereka juga menemukan bahwa golongan darah A memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kondisi daripada golongan O.

2. Terkena virus

Dr. Edward Livingston, kepala Operasi GI endokrin di UT Southwestern, menyatakan bahwa kondisi ini mungkin saja disebabkan oleh infeksi virus penyebab atau infeksi yang belum ditentukan. Hasil ini tertuang dalam sebuah makalah yang terbit di Archives of Surgery edisi Januari tahun 2010. Para peneliti juga menemukan kecenderungan peningkatan kasus penyakit apendicitis ini selama musim panas. Meski begitu, belum ditemukan hubungan sebab-akibat pasti antara kedua faktor ini

3. Kurang makan makanan berserat

Pada dasarnya, makanan bukanlah penyebab apendicitis . Akan tetapi, penyumbatan usus yang kemudian meradang bisa saja terjadi akibat penumpukan makanan tertentu yang tidak hancur saat dicerna. Misalnya makanan cepat saji, yang tinggi karbohidrat dan rendah serat. Dalam sebuah penelitian terhadap hampir dua ribu orang anak di Yunani, terdeteksi bahwa anak-anak yang mengalami apendicitis memiliki asupan serat yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang sehat. Dalam studi kasus lainnya yang dilakukan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa anak-anak yang asupan seratnya lebih dari cukup mengalami penurunan risiko apendicitis hingga 30% lebih rendah dibandingkan dengan anak yang jarang makan serat.

Obat alami usus buntu sementara di rumah

1. Bawang putih

Bawang putih dapat membantu mengurangi gejala apendicitis, karena kaya akan antiinflamasi yang dapat menyebabkan penurunan radang. Tidak hanya itu, bawang putih juga dapat mengurangi sakit perut dan membantu memperbaiki masalah seperti muntah dan mual. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menambahkan bawang putih pada rutinitas harian Anda. Makanlah 2-3 siung bawang putih mentah pada perut kosong setiap hari. Anda juga dapat menggunakan bawang putih pada masakan. Pilihan lain adalah untuk mengonsumsi kapsul bawang putih, tetapi ini dapat dilakukan hanya jika Anda telah berkonsultasi dengan dokter.

Sumber : puspa lingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Ini Dia Penyebab Dan Penyebaran Kaki Gajah Serta Cara Meredakannya

Ini Dia Penyebab Dan Penyebaran Kaki Gajah Serta Cara Meredakannya

Filariasis atau kaki gajah Ini Dia Penyebab Dan Penyebaran Kaki Gajah Serta Cara Meredakannya – Pembengkakan tungkai akibat infeksi cacing jenis filaria. Cacing ini menyerang pembuluh getah bening dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit kaki gajah masih ada di Indonesia, terutama di daerah Papua, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Nanggroe Aceh Darussalam. Menurut data […]

Apa Itu Penyakit Gabag, Penyakit Yang Menyerupai Dan Cara Mengobati

Apa Itu Penyakit Gabag, Penyakit Yang Menyerupai Dan Cara Mengobati

GABAG Apa Itu Penyakit Gabag, Penyakit Yang Menyerupai Dan Cara Mengobati – Penyakit Campak dan Berbagai Penyakit Yang Menyerupai Saat anak demam dan timbul bercak merah di seluruh badan seringkali dianggap penyakit campak (gabag, karumut). Padahal tidak harus selalu demam yang disertai bercak merah adalah campak. Penyakit Yang Menyerupai Exantema Subitum. Kelainan yang disebabkan karena infeksi virus […]

Shares
error: Content is protected !!